Riview hasil penelitian podcas sebagai media pembelajaran PAI

REVIEW HASIL PENELITIAN PENGGUNAAN PODCAST
SEBAGAI PEMBELAJARAN PAI
Media Pembelajaran
Nama Dosen : Fitri Amaliyah Batubara, S.Pd., M.Pd



Disusun Oleh :
VIOLA RIZKI                     1810110002
DEWI AGUSTIN               1810110028
SRI YULINA GINTING      1810110026



Mata Kuliah:
FAKULTAS AGAMA ISLAM & HUMANIORA
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN

Podcast Sebagai Media Pembelajaran Di Era Milenial
Dewi Mayangsari 1, Dinda Rizki Tiara2  PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura1 PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura2 Email : dewi.sari@trunojoyo.ac.id1, dinda.rtiara@trunojoyo.ac.id2




Di era milenial, generasi yang saat ini mendominasi di Indonesia yaitu mahasiswa dengan ciri utama melekat pada teknologi digital (Badan Pusat Statistik, 2018:17). Mereka memanfaatkan teknologi digital dalam seluruh aspek kehidupan mereka, mulai dari sosialisasi hingga pendidikan. Salah satu bentuk teknologi digital yang berkembang pada generasi milenial ini adalah podcast. Penggunaan podcast saat ini telah menyentuh pendidikan yaitu sebagai media pembelajaran. Podcast dapat meningkatkan hasil belajar pada beberapa materi, salah satunya adalah kemampuan berbicara dalam bahasa inggris siswa. Kemampuan berbicara dalam bahasa inggris siswa meningkat setelah diberikan media podcast (Samad, Ahmad & Diana, 2017: 97). Siswa dapat memilih materi yang mereka sukai dan mendengarkannya sebagai bahan materi pembelajaran, sehingga mereka bisa belajar sesuai dengan yang mereka inginkan. Selain itu podcast digunakan sebagai salah satu media untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa cukup meningkat melalui penggunaan podcast sebagai media pada kursus daring yang dilakukan (Bolliger, Supawan & Christine, 2010: 714). Meningkatnya motivasi belajar melalui kursus daring dilihat dari berbagai sudut yaitu berdasarkan gender, kelas dan juga pengalaman belajar daring sebelumnya.  Motivasi belajar berkaitan erat pula dengan minat belajar. Minat dianggap sebagai gerbang pembuka untuk menguatkan motivasi yang dimiliki dalam mencapai suatu tujuan. Mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura ditengarai sedang mengalami penurunan minat belajar. Bila dilihat dari keadaan kelas yang kurang hidup dalam diskusi hingga minat mahasiswa sebagai peserta didik datang tidak tepat waktu, terlambat dalam pengumpulan tugas hingga lulus pada waktu yang cukup lama. Minat belajar mahasiswa yang rendah terkadang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu psikologi yang terdiri dari motivasi, perhatian, ketertarikan dan juga lembaga pendidikan. Menurut penelitian Jirana, Syamsiara dan Nurmiati (2015) sarana prasana yang disediakan oleh kampus dapat memicu minat belajar mahasiswa. Sarana prasarana yang disiapkan oleh pihak lembaga pendidikan salah satunya yaitu media pembelajaran. Media pembelajaran yang diberikan tentunya harus mempertimbangkan sasaran pengguna dan juga perkembangan jaman. Media pembelajaran yang ada saat ini memerlukan adanya pengembangan menjadi lebih mudah diakses, digunakan dan dipahami oleh peserta didik. Banyak sekali media-media audio yang dibuat untuk memberikan sarana belajar yang fleksibel. Semakin banyak buku yang dibahas lebih mudah dalam sebuah aplikasi yang disebut dengan podcast. Podcast telah menjadi sebuah aplikasi yang banyak digunakan saat ini untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Melalui podcast orang dapat mendengarkan hal  hal yang mereka ingin ketahui dengan mudah. Podcast telah diuji cobakan pada sebuah penelitian oleh Copley (2007) yang menunjukkan bahwa lebih banyak siswa yang mengunduh materi untuk belajar. Podcast menjadikan mahasiswa mengetahui gambaran tentang materi yang akan dibahas lebih mudah dan cepat sehingga mahasiswa lebih siap untuk berdiskusi membahas materi yang ada. Podcast juga bisa menjadi sarana untuk lebih dekat dengan lingkungan kampus, dimana mahasiswa dapat mendengar cerita inspiratif sehingga mahasiswa lebih termotivasi dalam perkuliahan maupun mengembangkan kemampuan diri.  Berdasarkan penjelasan dari permasalahan minat belajar mahasiswa yang ada dimana berkaitan dengan media pembelajaran serta perkembangan teknologi saat ini, maka media pembelajaran podcast ini dirasa dapat menjadi salah satu solusi. Ketertarikan peneliti terhadap permasalahan yang ada mendorong peneliti melakukan penelitian dengan judul Podcast Sebagai Media Pembelajaran di Era Milenial
Dari hasil penelitian mengenai pengembangan media podcast sebagai media pembelajaran berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, dapat dilihat bahwa respon mahasiswa cukup tinggi dalam menerima media pembelajaran yang baru. Hasil belajar mahasiswa juga meningkat, namun belum efektif dalam meningkatkan minat belajar. Jika ditinjau dari literatur, media merupakan komponen penting dalam belajar sehingga siswa terangsang untuk memperoleh informasi (Gagne, dalam Sadiman dkk, 2011), menggali pembelajaran lebih mendalam sehingga menghasilkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (Gerlach & Ely dalam Asyar, 2012), serta merupakan solusi dari keterbatasan ruang, waktu maupun indrawi. Media pembelajaran yang saat ini banyak diikuti peserta didik yaitu mahasiswa adalah podcast berupa suara digital yang terdapat dalam aplikasi sehingga mudah disimpan dan diputar kapan saja. Podcast dapat digunakan untuk mengulang materi dan memperbaiki pemahaman. Hal ini nampak pula pada penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti pengembangan media podcast ececast terbukti mampu menghasilkan pengetahuan yang lebih baik dikarenakan pengulangan informasi terkait materi kuliah sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Penelitian lain yang memiliki hasil sama dengan penelitian ini yaitu penelitian Vogt, dkk (2009) menemukan para peserta mendapatkan nilai yang lebih baik pada penggunaan podcast dan mengaku puas. Pada penelitian podcast ececast, hasil respon mahasiswa terkait media ini juga masuk kategori cukup tinggi dan puas meskipun masih terdapat kendala pada sinyal dan fitur gadget yang belum mendukung sepenuhnya untuk mengaplikasikan materi dengan memori yang besar. Selain itu, kepuasan dalam menggunakan podcast juga tergambar dari ciri generasi mahasiswa milenial sekarang yang dekat dengan perkembangan teknologi. Mereka mengikuti aktivitas apa saja yang dapat menunjang pembelajaran maupun pendidikan, salah satunya dengan media podcast karena pembelajaran dianggap kekinian, mudah, praktis dan dapat diulang untuk lebih memahami materi. Materi podcast yang didengarkan dapat disesuaikan dengan materi-materi yang mereka perlukan, terbukti pada penelitian (Samad, Ahmad& Diana, 2017: 97) dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena mahasiswa lebih inten dan fokus mendengarkan materi yang mereka perlukan. Setelah itu, mereka juga dapat mempraktekannya. Penggunaan podcast juga berdampak positif pada meningkatnya motivasi belajar daring siswa (Bolliger, Supawan & Christine, 2010: 714). Siswa menemukan kemudahan untuk mendapatkan materi belajar dan dapat mengulangnya kembali. Kemudahan mendapatkan materi dan hasil yang memuaskan menjadikan siswa memiliki motivasi yang lebih tinggi saat menggunakan podcast sebagai media untuk pembelajaran daring. Pada beberapa penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa podcast selain dapat meningkatkan hasil belajar, juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan ketrampilan praktis siswa. Sedangkan pada penelitian ini, tim peneliti fokus untuk melihat efektivitas podcast pada hasil belajar dan minat belajar.  Pada hasil belajar terbukti dapat meningkat dari kategori sedang ke baik, hanya saja untuk minat belajar berada dalam kategori yang sama yaitu sedang dan cenderung mengalami penurunan poin. Linier pula dengan hasil uji coba lapangan, yang menunjukkan bahwa saat media diujicobakan pada kelompok perseorangan dan kelompok kecil hasilnya meningkat, namun ketika diberikan pada kelompok besar responnya menurun dibandingkan dengan uji coba sebelumnya. Dapat dilihat bahwa semakin besar kelompok semakin besar pula variasi respon dan minat terhadap suatu media pembelajaran. Minat menurut Hurlock (1999) dijelaskan sebagai sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih, mendatangkan kepuasan yang merupakan suatu kebutuhan seseorang. Semakin kuat kebutuhan, semakin kuat minat tersebut bertahan. Selain itu, minat merupakan kesenangan sementara. Jika kesenangan itu ada, kemungkinan intensitas dan motivasi yang menyertainya bertahan pada diri seseorang. Selanjutnya, semakin sering minat disalurkan dan lingkungan tempat seseorang tinggal mendukung minat tersebut, maka akan meningkat. Secara umum, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diasumsikan minat mahasiswa yang cenderung menurun dikarenakan kekuatan atau dorongan dalam belajar kurang bertahan atau menetap hingga akhir pembelajaran, merasa kurang puas karena dalam media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi kecanggihan media yang dimiliki dan jaringan juga turut berpengaruh, pengetahuan yang didapatkan dari materi podcast kurang disalurkan secara praktis setelah mereka memperoleh pengetahuan, serta minat yang sudah ada kurang disertai dengan keinginan kuat untuk belajar dari dalam diri. Hal ini dapat dilihat dari podcast merupakan media berbasis teknologi informasi yang mengakomodir kemampuan belajar mandiri, berbasis teknologi, dapat mengulang materi namun minim proses interaksi. Selain itu, sejalan dengan Fahyuni (2017) yang mengemukakan media pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan mengkomodir gaya belajar siswa dapat meningkatkan prestasi belajar maupun motivasi siswa. Dengan demikian, media podcast yang dikembangkan sebaiknya tidak hanya dibuat untuk mengakomodir pembelajaran secara audio, namun dapat pula disertai versi visualnya dan pemberian tugas untuk mengakomodir variasi gaya belajar.
METODELOGI PENELITIAN Metode penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan konsep research and developlemnt ADDIE. Konsep pengembangan ini berisikan beberapa tahap yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (develop), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation) (Ramansyah,2018). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE, di mana tahapan dalam pengembangan media pembelajaran melalui beberapa tahap, yaitu:: (1)   Analyze (Analisis), menganalisis keadaan dan spesifikasi produk yang diperlukan. Pada bagian ini, yang digali adalah sumber minat belajar dan spesifikasi materi yang diinginkan mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura yang perlu disampaikan melalui podcast; (2)   Design (Perancangan), melakukan perancangan media sesuai dengan analisis tahap sebelumnya. Dari analisa tersebut akan dibuat blueprint berdasarkan tujuan pengembangan. Perancangan media pembelajaran meliputi sasaran, penyusunan dan pelaksanaan program, fokus kegiatan dan langkah-langkah kerja. Design yang dibuat melalui studi banding dengan institusi yang sudah mengembangkan e learning secara konsisten dan disertai validasi dari ahli setelah perancangan media; (3)   Development (Pengembangan), yaitu menyusun konten materi, rekaman audio, dan tampilan berdasarkan desain yang sudah ditentukan dan divalidasi oleh ahli; (4)   Implementatiton (Implementasi), adalah kegiatan menerapkan media pembelajaran yang telah dikembangkan pada lingkup pengembangan, yaitu lingkup validator ahli dan lingkup mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura sebagai pengguna media pembelajaran. Hasil dari implementasi pada lingkup pengembangan akan dijadikan landasan pada pelaksanaan tahap evaluasi.; dan (5)   Evaluation (Evaluasi), diantaranya memaparkan hasil evaluasi dari validator ahli dan mahasiswa, berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dari hasil evaluasi akan memunculkan data berupa penilaian responden dalam bentuk angka atau prosentase tekait kelayakan media yang dikembangkan, sedangkan data kualitatif dari hasil evaluasi memunculkan data berupa kritik dan saran terkait produk media yang dikembangkan.  Subjek penelitian ini yaitu 84 mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri dari semester 2,4 dan 6 saat pengambilan data melalui survey mengenai materi yang ingin didengarkan dalam podcast, sedangkan mahasiswa tersebut sudah berada di semester 3,5 dan 7 ketika diberikan podcast. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Angket terdiri atas dua bagian, yaitu angket minat belajar pada suatu materi yang diberikan pada mahasiswa disertai kesediaan mengikuti penelitian mulai dari proses awal hingga akhir, serta angket yang diberikan pada ahli media untuk mengetahui kelayakan media dan materi yang diberikan apakah sesuai dengan tujuan penelitian. Angket minat belajar pada suatu materi merupakan angket tertutup yang berisikan pertanyaan mengenai minat belajar, sedangkan angket media pembelajaran yang diberikan pada ahli meliputi kesesuaian konten, kemenarikan media, dan manfaat media. Setelah penyebaran angket dan mendapatkan data, selanjutnya dilakukan analisis data.  Proses analisis data dalam penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE pada penelitian ini dengan dua teknik yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif.  Teknik analisis data kualitatif dengan mengelompokkan informasi-informasi dari data kualitatif yang berupa tanggapan, kritik, dan saran perbaikan yang didapatkan dari ahli media. Analisis data dijadikan acuan untuk memperbaiki atau merevisi produk pengembangan media pembelajaran   podcast, sedangkan analisis statistik deskriptif melalui teknik prosentase dari data yang didapatkan melalui angket mahasiswa setelah penggunaan media podcast. Efektivitas penggunaan media diambil pula dari data nilai mata kuliah mahasiswa berkaitan dengan materi yang dikembangkan beserta minat belajarnya














REVIEW HASIL PENELITIAN PODCAST

Judul
Podcast Sebagai Media Pembelajaran Di Era Milenial

Jurnal
Golden Age Universitas Hamzanwadi

Volume & Halaman
Vol. 3 No.02, Desember 2019, & Hal. 126-135

Tahun
2019

Penulis
Dewi Mayangsari, Dinda Rizki Tiara

Reviewer
Viola Rizki, Dewi Agustin, Sri Yulina Ginting ( kel.3)

Tanggal
29 maret 2020

E-ISSN
 2549-7367


Tujuan Penelitian
 1.Mengetahui  pengembangan media pembelajaran yang menggunakan      Podcast di tingkat Universitas.
 2.Mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa tingkat Universitas
3. Mendeskripsikan hasil belajar mahasiswa di tingkat Universitas
4. Untuk memotivasi mahasiswa dengan kisah inspiratif melalui Podcast.
5. Mengetahui hasil belajar peserta didik/mahasiswa & untuk  memantau proses, kemajuan, dan  perbaikan  proses pembelajaran mahasiswa di era milenial secara berkesinambungan dan berguna untuk memperbaiki proses pembelajaran serta mengukur prestasi belajar mahasiswanya.


Subjek Penelitian
84 mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri dari semester 2,4 dan 6.

Metode Penelitian
Metode penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan konsep research and developlemnt ADDIE. Konsep pengembangan ini berisikan beberapa tahap yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (develop), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation) (Ramansyah,2018). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE, di mana tahapan dalam pengembangan media pembelajaran melalui beberapa tahap, yaitu:: (1)   Analyze (Analisis), menganalisis keadaan dan spesifikasi produk yang diperlukan. Pada bagian ini, yang digali adalah sumber minat belajar dan spesifikasi materi yang diinginkan mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura yang perlu disampaikan melalui podcast; (2) Design (Perancangan), melakukan perancangan media sesuai dengan analisis tahap sebelumnya. Dari analisa tersebut akan dibuat blueprint berdasarkan tujuan pengembangan. Perancangan media pembelajaran meliputi sasaran, penyusunan dan pelaksanaan program, fokus kegiatan dan langkah-langkah kerja. Design yang dibuat melalui studi banding dengan institusi yang sudah mengembangkan elearning secara konsisten dan disertai validasi dari ahli setelah perancangan media; (3)   Development (Pengembangan), yaitu menyusun konten materi, rekaman audio, dan tampilan berdasarkan desain yang sudah ditentukan dan divalidasi oleh ahli; (4) Implementatiton (Implementasi), adalah kegiatan menerapkan media pembelajaran yang telah dikembangkan pada lingkup pengembangan, yaitu lingkup validator ahli dan lingkup mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura sebagai pengguna media pembelajaran. Hasil dari implementasi pada lingkup pengembangan akan dijadikan landasan pada pelaksanaan tahap evaluasi.; dan (5) Evaluation (Evaluasi), diantaranya memaparkan hasil evaluasi dari validator ahli dan mahasiswa, berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dari hasil evaluasi akan memunculkan data berupa penilaian responden dalam bentuk angka atau prosentase tekait kelayakan media yang dikembangkan, sedangkan data kualitatif dari hasil evaluasi memunculkan data berupa kritik dan saran terkait produk media yang dikembangkan.

Hasil Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, dengan model pengembangan ADDIE, maka hasil yang didapatkan sebagai berikut: Analyze
Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah mencari tahu matakuliah yang menjadi pilihan mahasiswa untuk didengarkan melalui podcast. Pada tahapan analisa, peneliti melakukan survey melalui google form. Hasilnya 163 mahasiswa yang bersedia mengisi dan tersebar pada semester 2,4 dan 6 dengan materi yang ingin didengarkan pada semester berikutnya, semester 2 yaitu mata kuliah strategi pembelajaran, semester 4 dengan mata kuliah pilihan parenting, dan semester 6 mata kuliah skripsi. Materi yang disarankan inilah yang nantinya akan dimasukkan dalam media pembelajaran, dengan mempersiapkan materi pendukung dari dosen pengampu atau PJMK, serta mempersiapkan soal pre-post masing-masing mata kuliah untuk nantinya digunakan melihat keefektifan dari segi hasil belajar.
Design
Setelah mendapatkan hasil dari proses analisis, tahap selanjutnya adalah perancangan. Perancangan media ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) Menentukan nama media podcast. Nama media podcast diambil dari hal yang familiar dan juga mudah disebutkan. Nama media podcast ini adalah EceCast yang mana singkatan dari Early Childhood Education Podcast; (2) Menentukan logo dari media yang dikembangkan. Logo media harus menunjukan objek yang dibahas dan juga menunjukan pendengar tidak hanya mendengar tetapi juga menceritakan atau memberikan informasi (3) Membuat layout tampilan media. Layout ini menjadi tatanan isi pada setiap halaman tampilan media. Tatanan layout disesuaikan dengan materi yang ada.
Development
Desain yang telah dibuat diwujudkan dalam produk aplikasi ececast semacam podcast yang sudah dikenal masyarakat dan dapat diinstal melalui gadget secara offline. Media ini dipilih dengan pertimbangan kepraktisan, kemudahan dan keterjangkauan teknologi, serta efisiensi biaya. Petunjuk penggunaan juga disertakan dalam media tersebut, sedangkan soal latihan diberikan berupa pre post test secara manual. Secara spesifik, hardware yang digunakan untuk mengembangkan media dengan spesifikasi RAM 4 GB dengan processor core i3 dan penyimpanan menggunakan SSD. Sedangkan aplikasi yang digunakan dalam pengembangan media podcast ini dengan menggunakan software Android Studio 3.4.3. Selain aplikasi untuk mengembangakan media secara sistem, pengembangan juga menggunakan software CorelDraw untuk mendesain segala gambar dan bentuk yang terdapat pada penampilan media.  Proses pengembangan media podcast terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) Tahap pra produksi, tahap ini meliputi penentuan nama, desain podcast, pembuatan logo, mendesain tata tampilan dan juga penentuan materi yang akan dimasukan dalam podcast (2) Tahap produksi, pada tahan ini dilakukan eksekusi dari desain logo, layout dan juga gambar  gambar yang ada di podcast. Selain itu pengambilan audio juga dilakukan. Materi yang telah dipilih dengan melakukan analisis direkam dengan konsep yang telah disusun. Setelah materi audio telah selesai, audio tersebut dimasukan ke dalam media podcast yang telah jadi; dan (3) Tahap review, pada tahap ini dilakukan uji coba pemutaran media podcast yang telah berisi materi audio.  Setelah media podcast selesai, maka dilakukan validasi media pada validator media. Hasil revisi dari digunakan sebagai dasar perbaikan media podcast sebelum disebarkan. Masukan yang diberikan oleh validator ahli media, diantaranya gambar yang diambil harus hasil dari design sendiri, penambahan pada informasi kompetensi dasar pada masing-masing materi dan juga penambahan nama pengembang  media sehingga kami dari tim peneliti merubah tampilan logo mata kuliah dengan desain sendiri, menambahkan kompetensi dasar pada masing-masing materi dan menambahkan nama pengembang pada media tersebut. Secara kuantitatif, nilai yang didapatkan 100% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi atau sangat layak, tidak perlu direvisi. Implementation
Tahap implementasi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon mahasiswa mengenai media podcast terhadap minat belajar mahasiswa. Media podcast akan diimplementasikan pada beberapa jenis uji coba lapangan, yaitu uji coba perseorangan kelompok kecil dan kelompok besar.  Uji coba perorangan dilakukan pada pada 3 mahasiswa di kelas 5A, Sedangkan Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 mahasiswa di kelas 7B. Berdasarkan hasil uji coba pada kelompok kecil, didapatkan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai dasar revisi media. Berdasarkan dari hasil uji kelompok kecil tersebut terlihat hasil respon secara keseluruhan dengan nilai 73,75% yaitu kategori cukup tinggi. Pada pernyataan tentang kesenangan dalam penggunaan media masih meningkat. Namun beberapa masih menemui kesulitan dalam penggunaan media. Beberapa mahasiswa masih tidak memahami cara menggunakan podcast. Selain itu kesan mahasiswa pada media juga masih kurang optimal.
Uji Coba Kelompok Besar Tahapan setelah melakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil, maka uji coba terakhir adalah uji coba kelompok besar. Uji coba kelompok besar dilakukan pada 71 mahasiswa. Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar, menunjukan respon hasil 60,61% dengan kategori cukup tinggi. Evaluation
Pada tahap ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari penggunaan media podcast pada minat belajar mahasiswa. Pada setiap hasil uji coba dijadikan dasar perbaikan pada media yang selanjutnya akan diuji cobakan hasil perbaikannya, sehingga hasil media podcast pada akhirnya bisa menjadi lebih baik dan menjadi lebih efektif. Pada proses evaluasi, untuk melihat keefektifan penggunaan media podcast ececast, tim peneliti menggunakan pre-test dan post-test masing-masing mata kuliah yang dimasukkan dalam materi podcast ececast, sedangkan untuk mengetahui minat belajar mahasiswa, tim peneliti memberikan angket minat sebelum dan sesudah diberikan podcast ececast cukup meningkat pada hasil belajar namun tidak terlalu signifikan meningkatkan minat belajar mahasiswa PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura.



Kekuatan/Kelebihan
1.Jurnal memaparkan secara jelas dan lengkap seberapa
 berpengaruhnya minat belajar mahasiswa dalam media podcast.
2.Penulisan jurnal sangat teratur dan sudah sesuai dengan metode yang
 berlaku dan mudah di pahami untuk dibaca.
3.Setiap pernyataan di jurnal ini melampirkan bukti keadaan yang
 sebenarnya yang sedang dialami oleh mahasiswa di Universitas.
4. Dalam penulisan point point penting di buat pada baris baru.
5. penelitian ini dilakukan dengan cara uji coba kelompok kecil dan uji coba kelpmpok besar sehingga terlihat lebih jelas perbandingannya


Kelemahan/Kekurangan
1. Karena terbilang baru tidak banyak orang yang menggunakan media podcast sebagai media pembelajaran, sehingga untuk mencari informasi penggunaan ke lingkungan sekitar agak sulit.
2. Penggunaan podcast pastinya memerlukan koneksi internet sehingga kita harus memastikan kuota cukup.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi belajar

PENDIDIKAN, STRATIFIKASI SOSIAL DAN PERUBAHAN SOSIAL